• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed
Showing posts with label cb150r. Show all posts
Showing posts with label cb150r. Show all posts

Tampilan Baru CB150R StreetFire


Tahun 2018 ini Astra Honda Motor kembali menghadirkan CB150R StreetFire dengan desain terbaru dan tentunya dengan disertai beberapa pembaharuan dibeberapa bagian dari CB150R StreetFire.
Berikut beberapa fitur Honda CB150R StreetFire Terbaru:
  • Desain agresif.
  • Penggunaan lampu LED pada seluruh sistem pencahayaan memberikan tampilan lebih futuristik, intensitas cahaya lebih terang, daya tahan lebih lama dan lebih hemat energi.
  • Panel indikator digital yang futuristik dan fungsional menampilkan informasi lengkap seperti kecepatan, putaran mesin, jam digital dan trip meter.
  • Akselerasi lebih agresif mencapai 10,5 detik (0-200m).
  • Mampu dipacu hingga 125 km/jam dengan tetap menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar yang efisien.
  • Mesin generasi terbaru 150cc, DOHC 4 katup, 6 kecepatan, berpendingin cairan (liquid-cooled) dengan teknologi injeksi PGM-FI.
  • Rangka Trelis yang memberi keseimbangan tinggi antara kekuatan dan kelenturan.
  • Kapasitas tanki bensin 12 liter.
  • Penggunaan ban yang lebih besar untuk memberikan rasa aman pada saat menikung maupun pada kecepatan tinggi.
  • Rem cakram depan dan belakang.
  • Ban tubeless.
  • Suspensi belakang dengan sistem Pro-Link (fitur ini digunakan juga oleh motor Honda CBR 250R dimana dengan fitur ini tempat duduk terasa lebih lembut, stabil dan nyaman karena suspensi mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi jalan).
  • Teknologi Secure Key Shutter.
  • Bank Angle Sensor – sensor rebah yang melindungi pengendara pada saat terjatuh (mesin akan mati secara otomatis ketika sepeda motor berada pada sudut kemiringan 60° atau lebih.
Honda CB150R StreetFire terbaru ini memiliki konsumsi BBM 37.87 km/l (EURO 3) dan 40.58 km/l (EURO 2). Hasil pengetesan berbeda mengikuti regulasi EURO 2 dan EURO 3.


Spesifikasi Motor Honda CB150R

DIMENSI
Dimensi (P x L x T) 2.019 x 719 x 1.039 mm
Jarak sumbu Roda 1.293 mm
Jarak terendah ke tanah 169 mm
Ketinggian tempat duduk 797 mm
Berat kosong 136 kg
RANGKA
Rangka Diamond (Truss) Frame
Suspensi depan Teleskopik
Suspensi belakang Lengan ayun dengan suspensi tunggal (Sistem Suspensi Prolink)
Ukuran Ban depan 100/80 – 17 52P (Tubeless)
Ukuran Ban Belakang 130/70 – 17 62P (Tubeless)
Rem depan Cakram Hidrolik
Rem belakang Cakram Hidrolik
MESIN
Tipe mesin 4 Langkah, DOHC, 4 Katup
Tipe transmisi Manual, 6 Kecepatan
Pola pengoperan gigi 1-N-2-3-4-5-6
Sistem pendingin mesin Liquid Cooled with Auto fan
Diameter x langkah 57.3x 57.8 mm
Kapasitas Mesin 149.26 cc
Perbandingan kompresi 11.3 : 1
Daya maksimum 12,4 kW (16.9 PS) / 9.000 rpm
Torsi maksimum 13.8 Nm (1.41 kgf.m) / 7.000 rpm
Kopling Multiple Wet Clutch Coil Spring
Sistem pelumasan Wet
Starter Pedal & Elektrik
KAPASITAS
Kapasitas tangki bahan bakar 12 liter
Sistem suplai bahan bakar Injeksi (PGM-FI)
Kapasitas Minyak Pelumas Mesin 1.1
KELISTRIKAN
Tipe Baterai MF Wet 12V 5Ah
Sistem pengapian Full transisterized
Tipe Busi NGK MR9C-9N atau ND U27EPR-N9


Untuk Harga, CB150R StreetFire 2018 ini berkisar antara 26 jutaan hingga 27 jutaan.







Kriteria Sepeda Motor untuk Mudik / Touring

15:47 // by Unknown // , , , ,

Berkendara jarak jauh menggunakan sepeda motor, kerap dilakukan masyarakat Indonesia, terlepas dari kegiatan hobi (touring).  Pemandangan seperti ini jelas terlihat ketika momen mudik lebaran datang.

Menanggapi perilaku tersebut, Sriyono, Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM) mengatakan, kalau tidak semua sepeda motor dirancang untuk digunakan jarak jauh. Setidaknya ada beberapa kriteria di mana sepeda motor bisa diajak berkendara jauh.

“Pertama kali yang bisa dilihat adalah kapasitas tangki bahan bakar minyak (BBM/bensin). Kami tidak mendesain kapasitas tangki bensinnya kecil untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Paling tidak bisa menampung minimal 10 liter bensin,” ujar Sriyono kepada KompasOtomotif, Kamis (2/6/2016).

Sriyono melanjutkan, selain dari tangki, yang perlu diperhatikan adalah posisi berkendara dari sepeda motor tersebut. Sebaiknya dipilih kendaraan yang tidak membuat tubuh terlalu menunduk saat dikendarai.

“Contoh produknya kalau di Honda, seperti yang ada di segmen sport, seperti CB150, Mega Pro Verza. Lalu untuk Skutik lebih condong ke PCX, sementara Honda Vario masih belum begitu cocok berkendara jauh (seperti mudik). Namun memang itu kembali lagi kepada si pemilik kendaraan,” ucap Sriyono.

“Terakhir yaitu dari ukuran ban. Bagi saya pribadi, mengendarai sepeda motor dengan diameter ban besar (17 inci) lebih nyaman dibanding dengan yang hanya 14 inci. Ini juga terkait dengan medan jalan yang akan ditempuh,” ujar Sriyono.

Ghulam Muhammad Nayazri